Ini Dia Berkas yang Harus Dipersiapkan untuk Klaim Asuransi Jiwa

cara klaim asuransi

Seringkali nasabah kebingungan dengan alur klaim, sehingga merasa klaim di asuransi sulit. Nah, artikel ini akan menjelaskan cara klaim asuransi dan dokumen apa saja yang harus dipersiapkan. Sehingga, proses administrasi lebih efisien dan cepat. Yuk, simak artikel berikut ini.

1. Formulir Klaim

Baik asuransi jiwa konvensional maupun asuransi jiwa syariah di FWD Insurance memiliki formulir klaim yang mudah diakses. Hal ini tentu sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan mewajibkan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) untuk menyediakan dan/atau menyampaikan informasi mengenai produk dan/atau layanan jasa keuangan yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan. Jelas yang dimaksud dalam iklan jasa keuangan, yaitu menyampaikan informasi penting mengenai produk dan layanan keuangan secara lengkap, termasuk memperhatikan ketentuan berdasarkan prinsip syariah untuk produk syariah. Formulir dan tata cara klaim di FWD Insurance sudah dijelaskan dengan tata bahasa yang mudah dimengerti, dituliskan secara lengkap, dan mudah diakses melalui situs web.

 

2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Tanda Bukti Diri

Tanda bukti diri selaku dokumen wajib untuk mengajukan klaim asuransi jiwa. Dokumen ini sangat diperlukan sebagai identitas legal atas keberadaan Tertanggung yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri. Kartu Tanda Penduduk (KTP) ini wajib dimiliki bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki Izin Tinggal Tetap (ITAP) yang sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah kawin atau telah kawin. Serta, anak dari orang tua Warga Negara Asing yang memiliki ITAP dan sudah berumur 17 tahun juga wajib memiliki KTP. Kartu Tanda Penduduk (KTP) ataupun tanda bukti diri berfungsi sebagai identitas jati diri karena berisi nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, jenis kelamin, tanda tangan, foto, dan keterangan lainnya. Pastikan menyiapkan fotokopi atau scan KTP Tertanggung dan KTP yang mengajukan klaim.

 

3. Akta Kelahiran

Akta kelahiran merupakan dokumen identitas autentik yang wajib dimiliki setiap Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai bukti sah terkait status dan peristiwa kelahiran seseorang dan termasuk hak setiap anak Indonesia. Akta kelahiran dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Biasanya, akta kelahiran dibutuhkan apabila usia Tertanggung belum 17 tahun atau belum memiliki KTP. Sehingga, jangan lupa untuk menyiapkan berkas fotokopi atau scan akta kelahiran Tertanggung.

 

4. Kartu Keluarga (KK)

Kartu Keluarga atau KK adalah kartu identitas suatu keluarga yang wajib dimiliki suatu keluarga. Kartu Keluarga (KK) memuat data susunan, hubungan, dan jumlah anggota keluarga. Siapkan fotokopi atau scan KK sebagai salah satu dokumen untuk mengajukan manfaat asuransi.

 

5. Akta Kematian

Akta kematian merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berada di wilayah yang bersangkutan sebagai bukti sah dan pasti tentang kematian seseorang. Usai kematian, pastikan untuk mengurus segera akta kematian. Akta kematian asli ataupun fotokopi yang terlegalisasi diperlukan sebagai syarat pengajuan klaim asuransi jiwa. Apabila meninggal di fasilitas pelayanan kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan juga perlu memberikan surat keterangan kematian.

 

6. Surat Kepolisian

Tidak jarang kematian terjadi akibat kecelakaan. Surat atau laporan asli dari kepolisian ataupun fotokopi yang telah dilegalisasi oleh institusi yang berwenang perlu dilampirkan untuk syarat pengajuan klaim meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas atau lainnya.

 

7. Dokumen Status Hubungan Ahli Waris

Status hubungan ahli waris dengan tertanggung biasanya dapat berupa Kartu Keluarga ataupun dokumen negara lainnya. Sesuai dengan prinsip asuransi, yaitu insurable interest atau kepentingan untuk mengasuransikan, maka hubungan ahli waris dengan Tertanggung sebaiknya dalam naungan adanya hubungan keuangan antara tertanggung dengan jiwa maupun aset yang akan diasuransikan yang diakui secara sah oleh hukum. Dokumen yang menyatakan status hubungan antara ahli waris dengan tertanggung ini dapat berupa Kartu Keluarga (KK), surat nikah, atau surat kelahiran.

 

8. Buku Tabungan

Buku tabungan yang dibutuhkan guna kepentingan klaim biasanya hanya halaman mukanya saja yang memuat nama bank, nama penerima, dan nomor rekening tujuan pembayaran manfaat asuransi. Pastikan fotokopi atau scan halaman muka buku tabungan memuat jelas informasi yang dibutuhkan untuk transfer tersebut.

 

Pastikan juga Anda memperhatikan maksimal pelaporan klaim. Biasanya ada batas waktu yang ditentukan asuransi untuk menerima pelaporan meninggal dunia. Untuk FWD Insurance sendiri perlu menerima klaim dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah tanggal kematian. Jangan khawatir! Jika dokumen klaim belum lengkap, FWD Insurance memberikan tambahan waktu 30 (tiga puluh) hari untuk mengirimkan dokumen yang kurang.

Related posts