Sejarah Labuan Bajo, Berawal Dari Tempat Berlabuh

Sejarah Labuhan Bajo ternyata cukup panjang dan ada kaitannya dengan penjajahan di Indonesia. Labuan Bajo adalah salah satu desa di Manggarai dan masuk dalam kawasan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara etnis, desa ini didominasi oleh etnis Sumbawa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, dan sumber utama desa ini adalah kopi, kemiri, kakao, dan kelapa.

Banyak penduduk desa menggantungkan hidup mereka untuk menjadi petani di desa mereka sebagai petani kopi, petani kelapa, atau petani kemiri. Selain kekayaan alam yang dimiliki Labuan Bajo, Labuan Bajo juga memiliki banyak tempat wisata menarik lainnya untuk dikunjungi.

Sejarah Labuan Bajo

Dari cerita sejarah, Labuan Bajo merupakan wilayah kekuasaan Portugis pada abad ke-14 hingga ke-15. Dahulu, pulau yang pertama kali didatangi oleh Portugis adalah Nusa Tenggara Timur termasuk Labuan Bajo. Labuan sendiri berasal dari labuhan atua tempat persinggahan dan daerah ini menjadi tempat yang disinggahi oleh bangsa Portugis.

Tiba-tiba Labuan Bajo menjadi daerah transaksi utama dari Portugis karena ada pelabuhan, dan Nusa Tenggara Timur adalah pulau pertama yang didatangi bangsa Portugis.

Labuan Bajo juga memiliki banyak kekayaan alam seperti kelapa dan kopi yang terkenal karena kualitasnya. Hingga kemudian Belanda datang dan menjajah kekayaan alam Labuan Bajo. Kekayaan alam di kawasan ini dikuasai oleh penjajah.

Dari aspek pariwisata dan budaya, Labuan Bajo memiliki banyak hal menarik. Dari aspek budaya, Labuan Bajo memiliki etnis Sumbawa dengan budaya tradisionalnya seperti rumah Bala Rea.

Rumah Bala Rea merupakan rumah lokal yang memiliki keunikan arsitektur yang dapat ditemukan di Labuan Bajo. Rumah Bala Rea juga merupakan istana dari masa lalu. Di sebelah barat istana Bala Rea terdapat masjid Kerajaan bernama Nurul Huda, tempat ini menarik untuk dikunjungi begitu Anda sampai di sana.

Daya tarik lainnya dari Labuan Bajo tentu saja Komodo. Komodo adalah hewan unik yang hanya bisa dilihat di Nusa Tenggara Timur, termasuk Labuan Bajo. Objek wisata Komodo di pulau ini merupakan spot paling terkenal di Labuan Bajo.

Transportasi di Labuan Bajo bervariasi; ada transportasi darat, transportasi air dan transportasi udara. Umumnya didominasi oleh transportasi darat dengan menggunakan kendaraan umum dan pribadi. Selain transportasi darat terdapat transportasi air dan bandara, untuk transportasi udara di Labuan Bajo, bisa menggunakan Bandara Komodo yang terletak di Labuan Bajo, hanya 4 Km dari kota.

Kota Labuan Bajo adalah landasan bagi pulau-pulau menakjubkan di dekatnya. Waktu terbaik untuk mengunjungi Labuan Bajo yang luar biasa ini adalah dari bulan Juni hingga September karena suhu selama periode ini akan tepat untuk liburan yang menyenangkan.  Kawasan ini tidak akan terlalu panas, dan rencana Anda tidak akan bermasalah karena hujan lebat.

Sejarah Labuan Bajo yang menyedihkan sekarang berubah menjadi sebuah wisata yang hebat. Kalau Anda sedang berada di daerah ini, jangan lupa untuk mampir di Desa Tenganan Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.